Review Mini Album aespa "Savage": Lebih Gila, Lebih Liar, Lebih Keren!
AKHIRNYA! Setelah berbulan-bulan dibuat kecanduan "Next Level" dan disiksa dengan teaser-teaser "Hallucination Quest", penantian terbesar kita di tahun 2021 berakhir sudah. Mini album pertama aespa, "Savage", akhirnya resmi dirilis! Dan kalau kalian pikir "Next Level" sudah jadi puncak kegilaan, kalian salah besar.
Album ini adalah sebuah paket lengkap. Sebuah pernyataan perang, sebuah pameran musikalitas, dan sebuah babak baru yang lebih gelap dalam petualangan mereka di KWANGYA. Ini bukan lagi sekadar single, ini adalah sebuah dunia yang utuh. Tanpa basa-basi lagi, yuk kita bedah tuntas setiap sudut dari mahakarya ini!
1. Title Track "Savage": Lagu Perang yang Bikin Candu
Mari kita mulai dengan lagu utamanya, "Savage". Lagu ini adalah evolusi dari semua yang sudah kita dengar sebelumnya. Musiknya adalah perpaduan liar antara trap, dubstep, dan hyperpop yang padat. Beat-nya berat, bass-nya nendang, dan dipenuhi dengan berbagai macam suara aneh yang seakan-akan berasal dari dunia lain.
Yang bikin lagu ini jenius adalah bagian-bagian ikoniknya:
Chant "Zu-zu-zu-zu": Bagian ini langsung nempel di kepala dan jadi bagian yang paling sering dinyanyikan ulang.
Pre-chorus yang Melodis: Vokal Winter dan Ningning di bagian ini jadi jembatan yang indah sebelum lagu "dihajar" lagi di bagian reff.
Chorus yang "Savage": Reff-nya sendiri sangat powerful dan penuh percaya diri. Lirik "Oh my gosh! Don't you know I'm a Savage?" diteriakkan dengan penuh kekuatan.
High Note Ningning: Tentu saja, tidak akan lengkap tanpa nada tinggi dari Ningning yang sekali lagi membuktikan kenapa dia adalah salah satu vokalis terbaik di generasinya.
Struktur lagunya memang tidak se-eksperimental "Next Level", tapi tetap terasa dinamis dan tidak membosankan.
2. MV & Cerita: Pertarungan Final Melawan Black Mamba!
Video musik "Savage" adalah puncak dari semua cerita yang sudah dibangun. Di sini kita akhirnya melihat pertarungan langsung antara aespa (dan æ mereka) melawan Black Mamba. Visualnya luar biasa, seperti menonton film fiksi ilmiah berbudget tinggi.
Dan yang paling penting, kita akhirnya melihat penampakan NÆVIS! Sosok AI misterius ini akhirnya muncul untuk membantu aespa, membuka portal, dan memberikan mereka kekuatan. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu semua MY. Akhir dari MV ini juga menyisakan tanda tanya besar, seakan-akan meskipun Black Mamba sudah dikalahkan, petualangan mereka masih jauh dari kata selesai.
3. Bedah Tuntas B-Sides: Bukti aespa Bisa Apa Saja!
Inilah bagian terbaik dari sebuah mini album: lagu-lagu B-side! Dan aespa benar-benar tidak mengecewakan.
"aenergy": Lagu pembuka yang sempurna. Ini adalah lagu "perkenalan" yang penuh semangat, di mana setiap member mendeklarasikan kekuatan mereka. Musiknya megah dan terasa seperti lagu tema superhero.
"I'll Make You Cry": Lagu synth-pop dengan tempo cepat yang sangat garang. Liriknya bercerita tentang pembalasan dendam. Ini adalah lagu yang sangat cocok untuk didengarkan saat berolahraga.
"YEPPI YEPPI": Nah, di lagu ini kita bertemu dengan sisi aespa yang ceria dan menyenangkan! Musiknya sangat funky dan groovy, dengan lirik yang penuh percaya diri. Lagu ini membuktikan bahwa aespa juga bisa membuat lagu yang ringan dan bikin kita ingin menari.
"ICONIC": Sesuai judulnya, lagu ini sangat ikonik. Sebuah lagu dance-pop yang penuh dengan attitude. Ini adalah lagu yang paling menunjukkan sisi "keren" dan "mahal" dari aespa.
"Lucid Dream": Lagu penutup yang sempurna. Sebuah lagu R&B yang lembut dan dreamy. Di sini kita bisa mendengar sisi vokal aespa yang lebih halus dan penuh perasaan. Setelah semua pertempuran, lagu ini terasa seperti sebuah istirahat yang menenangkan.
4. Dampak Sebuah Mini Album
Dengan merilis "Savage", aespa telah melakukan lompatan besar. Mereka membuktikan bahwa mereka bukan grup yang hanya bisa mengandalkan satu atau dua lagu hits. Mereka bisa membangun sebuah album yang solid, beragam, namun tetap punya benang merah yang kuat. Angka pre-order yang memecahkan rekor dan kesuksesan lagu-lagunya di tangga lagu adalah bukti nyata bahwa publik sudah sepenuhnya percaya pada visi dan musik mereka.
Mini album "Savage" adalah sebuah paket lengkap yang memuaskan semua dahaga para fans. Ada lagu utama yang epik, cerita yang makin seru, dan lagu-lagu B-side yang menunjukkan betapa luasnya spektrum musikalitas mereka. aespa telah resmi berevolusi dari "Monster Rookie" menjadi "Savage Queens".
Setelah mendengarkan keseluruhan album, lagu mana yang jadi favoritmu selain "Savage"? Dan menurutmu, petualangan apa lagi yang menunggu mereka setelah ini?
Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan kata-kata sopan, tidak SARA dan mengandung Unsur Pornografi